Tempurung kelapa kebanyakan hanya dianggap sebagai limbah
industri pengolahan kelapa, ketersediaannya yang melimpah dianggap masalah
lingkungan, namun renewable, dan murah. Padahal arang tempurung kelapa ini
masih dapat diolah lagi menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis tinggi
yaitu sebagai karbon aktif atau arang aktif.
Salah satu produk yang benilai ekonomi yang dibuat dari
tempurung kelapa adalah arang aktif . Tempurung ini sangat cocok untuk
dijadikan bahan baku dari karbon aktif karena memiliki kandungan selulose,
hemiselulose, dan lignin.
Karbon aktif merupakan karbon amorf dari pelat-pelat datar
disusun oleh atom-atom C yang terikat secara kovalen dalam suatu kisi
heksagonal datar dengan satu atom C pada setiap sudutnya yang luas permukaan
berkisar antara 300 m2 /g hingga 3500 m2 /g dan ini berhubungan dengan struktur
pori internal sehingga mempunyai sifat sebagai adsorben.
Proses aktivasi merupakan suatu perlakuan terhadap arang
yang bertujuan untuk memperbesar pori yaitu dengan cara memecahkan ikatan
hidrokarbon atau mengoksidasi molekul-molekul permukaan sehingga arang
mengalami perubahan sifat, baik fisika maupun kimia, yaitu luas permukaannya
bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya adsorpsi. Pada umumnya karbon
aktif dapat di aktivasi dengan 2 cara, yaitu dengan cara aktivasi kimia dengan
hidroksida logamalkali, garam-garam karbonat, klorida, sulfat, fosfat dari
logam alkali tanah dan khususnya ZnCl2, CaCl2, asam-asam anorganik seperti
H2SO4 dan H3PO4 dan aktivasi fisika yang merupakan proses pemutusan rantai
karbon dari senyawa organik dengan bantuan panas pada suhu 800°C hingga 900°C .
Dalam mengoptimalkan pemanfaatan arang tempurung kelapa
hasil pirolisis tempurung kelapa dan meningkatkan nilai ekonomisnya maka dibuat
menjadi arang aktif secara kimia yang di gunakan untuk menjernihkan asap
cairnya. Dari penelitian ini didapatkan data perendaman arang dalam berbagai
variasi waktu dengan perendaman CaCl2 dan CaCl2 25%. Arang aktif yang
dihasilkan akan diuji kualitasnya dan dibandingkan dengan arang aktif kualitas
SNI. Selanjutnya dilihat sejauh mana arang aktif dapat menjernihkan asap cair
yang didapatkan dari kondensasi asap hasil samping pirolisis.
Alat
Pembuat Tempurung Kelapa Tipe Drum
Alat pembakaran tempurung kelapa tipe drum terbuat dari
bahan plat besi, merupakan drum bekas tempat minyak oli dengan tinggi 90 cm dan
diameter 60 cm. Pada bagian atas alat dibuat lubang pembuangan asap berupa
cerobong dari bahan pipa seng dengan ukuran tinggi 30 cm dan diameter 10 cm.
Bagian atas cerobong dilengkapi dengan penutup yang dapat dibuka dan ditutup.
Di sekeliling dinding drum tempat pembakaran dibuat beberapa lubang berdiameter
13 cm yang dapat dibuka dan ditutup sebagai pengatur suplai udara pada saat
pembakaran. Jumlah lubang udara sebanyak lima baris dengan jarak antarbaris 18
cm dan tiap baris terdiri atas empat lubang dengan jarak antarlubang 45 cm.
Kapasitas alat adalah 90-112 kg tempurung dan usia ekonomis alat 12- 18 bulan
Pembuatan
Arang Tempurung
Kelapa
Pembuatan arang tempurung dengan sistem suplai udara terkendali pada dasarnya
tidak jauh berbeda dengan cara yang biasa dilakukan petani dan perajin arang
tempurung setempat. Namun, terdapat beberapa perbedaan urutan kerja,
alat/tempat pembakaran, dan cara memadamkan api.
Urutan
kerja pembuatan arang tempurung kelapa dengan cara suplai udara terkendali
adalah sebagai berikut:
•
Tempurung kelapa sebanyak 7,5 kg
dimasukkan ke dalam drum tempat pembakaran yang telah tersedia hingga mencapai
1/4 bagian drum.
• Lubang pengendali udara pada drum tempat pembakaran ditutup
rapat, kecuali lubang pada baris paling bawah yang dibiarkan terbuka.
• Dilakukan pembakaran pertama dengan menyalakan sabut kelapa
yang dicelupkan ke dalam minyak tanah sebagai umpan.
• Setelah api menyala dengan sempurna, ditambahkan tempurung
ke dalam drum secara perlahan-lahan agar api
• Asap yang keluar dari cerobong diperhatikan; jika asap yang
keluar cukup banyak berarti proses pembakaran berjalan sempurna.
• Dari lubang kendali udara bagian bawah (baris I) yang
terbuka, dapat dilihat tempurung telah terbakar sempurna atau belum. Apabila
tempurung sudah menjadi bara, berarti pembakaran tempurung pada bagian bawah
sempurna.
• Lubang kendali udara pada baris I ditutup rapat dan lubang
pada baris II dibuka, lalu ditambahkan tempurung kelapa sampai drum penuh
(sekitar 12 kg) dengan cara membuka penutup atas drum, kemudian drum ditutup
kembali.
• Proses pembukaan dan penutupan lubang kendali udara
dilakukan seiring dengan penambahan tempurung kelapa ke dalam drum. Caranya
sama seperti di atas sampai lubang kendali udara pada barisan paling atas
(terdapat lima baris lubang).
• Setelah asap yang keluar dari cerobong tidak lagi pekat,
tetapi lebih bening/jernih, semua lubang kendali udara dan lubang cerobong asap
ditutup.
• Penutupan harus betul-betul rapat dan dipastikan tidak bocor
sehingga di dalam drum menjadi hampa udara. Untuk menjamin tidak ada kebocoran,
semua penutup lubang kendali udara dan lubang cerobong asap ditambal dengan
tanah liat.
• Karena di dalam drum hampa udara, api yang ada di dalam drum
akan padam dengan sendirinya (sekitar 1,5 jam setelah ditutup).
• Penutup drum bagian atas dapat dibuka setelah suhu cukup
dingin. Hasil pembakaran berupa arang tempurung lalu dikeluarkan agar menjadi
dingin. Arang tempurung yang telah dingin dapat dikemas sesuai keperluan.
OLEH : UMI AZIMAR
0 komentar:
Posting Komentar