Tanaman cengkeh untuk dapat tumbuh dan berproduksi memerlukan persyaratan lingkungan tumbuh yang spesifik. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap tanaman cengkeh antara lain adalah iklim, tinggi tempat dan jenis tanah.
Panen adalah suatu
proses akhir dan tindakan manusia dalam hal budidaya tanaman dimana pertumbuhan
tanaman biasanya akan terjadi perubahan secara fisiologis maupun morfologi dari
tanaman tersebut (Setyono, 2001). Panen adalah pekerjaan budidaya tanaman (bercocok
tanam) dengan mengumpulkan komoditas dari lahan penanaman, pada taraf
kematangan yang tepat dengan kerusakan minimal, dilakukan secepat mungkin dan
dengan biaya rendah (Anonim, 2012).
Perbedaan tingkat
pemasakan bunga, waktu panen, tepatnya waktu pemetikan dan teknik pengolahan
hasil akan menyebabkan kualitas hasil yang berbeda pula. Sedang di daerah
penghasil cengkeh yang musim kemaraunya bersamaan, tetapi berlainan lokasinya,
maka musim panennya juga berbeda. Juga pengaruh pola hujan, temperatur dan
tinggi tempat pertanaman akan membawa pengaruh yang berbeda pula. Oleh karena
itu, pemetikan harus dilakukan pada tingkat kemasakan yang tepat yakni pada
waktu bunga berwarna pucat yang sebelumnya itu berwarna hijau, kemudian
menguning akhirnya keunguan muda dan merah tua. Saat yang paling bagus adalah
pada saat kepala buah yang terdiri dari mahkota bunga masih tertutup dan bundar
bentuknya, berisi dan mengkilat. Apabila bunga itu warnanya menjadi merah muda
berarti sebentar lagi akan membuka.
Pengelolaan
panen bunga cengkih bertujuan untuk menjaga kualitas panen yang dihasilkan.
Hasil panen yang tidak dikelola dengan baik akan menurunkan kuantitas dan
kulitas panen. Pengelolaan yang dilakukan diantaranya agar tidak terjadi
kehilangan massa bunga, seperti bunga yang rusak ataupun rontok pada saat
pemetikan ataupun pengangkutan. Hasil panen terbaik diperoleh jika bunga berada
pada masa petiknya, oleh karena itu diperlukan pengelolaan panen untuk
menentukan waktu petik yang tepat.
Pasca panen Penanganan pasca panen adalah tahapan yang dimulai sejak pemungutan hasil pertanian yang meliputi hasil tanaman pangan, hortikultura, perkebunan sampai siap dipasarkan (Soemardi, 1986). Penanganan pasca panen diartikan sebagai berbagai tindakan/perlakuan yang diberikan pada hasil pertanian setelah panen sampai komoditas berada di tangan konsumen (Purwadaria, 1994). Harvest handing/past harvest commony reffered to as primary treatment (primary processing).
Penanganan pasca
panen sering disebut juga sebagai pengolahan primer istilah yang digunakan
untuk semua perlakuan dari mulai panen sampai komoditas dapat dikonsumsi.
Berbagai tindakan/perlakuan yang diberikan pada hasil pertanian setelah panen
sampai komoditas berada ditangan konsumen (Purwadaria, 1994)
Sebelum dikeringkan,
bunga cengkeh dipisahkan dari tangkai atau gagang dan dikeringkan secara
terpisah.Pada tahap ini dilakukan pemisahan antara bunga cengkeh yang baik,
bunga yang terlalu tua dan yang terjatuh, setelah itu bunga cengkeh
dikeringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya di bawah sinar
matahari langsung atau menggunakan pengering buatan.
Bunga cengkeh yang
akan dijemur dihamparkan pada alas tikar,anyaman bamboo gribig, atau plastik,
atau pada lantai jemur yang diberi alas plastic.Selama proses pengeringan,
cengkeh dibolak balik agar keringnya merata.proses pengeringan dianggap selesai
apabila warna bunga cengkeh telah berubah menjadi coklat kemerahan,mengkilat,
mudah dipatahkan dengan jari tangan dan kadar air telah mencapai sekitar 10 –
12 %.
Lamanya waktu
penjemuran dibawah sinar mataharisekitar 3 – 4 hari.Cengkeh yang telah kering
kalau disimpan tidak akan susut beratnya dan tahan lama asalkan tidak terkena
air.
Kualitas cengkeh dapat dibedakan dan dinilai
menurut:
a. Kekeringannya
b. Persentase kotoran (tangkai bunga dan
daun-daun)
c. Persentase yang tidak berkepala (sudah banyak yang mekar)
d. Persentase yang muda
e. Warnanya
OLEH : ZUBAIR, S.ST
0 komentar:
Posting Komentar