Senin, 09 Oktober 2023

TEKNIK PEMBUATAN ARANG SEKAM

 

Secara biologis, tanah yang gembur merupakan media yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya organisme hidup. Baik yang berupa mikroorganisme seperti bakteri akar maupun makroorganisme seperti cacing tanah. Kelebihan lainnya, arang sekam tidak membawa mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui pembakaran sehingga relatif steril.

Secara kimia, arang sekam memiliki kandungan unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5 sampai 7. Arang dari sekam padi tidak mengandung garam-garam yang merugikan tanaman.

Arang dari sekam padi tidak mengandung garam garam yang merugikan tanaman. Arang sekam kaya akan kandungan karbon, dimana unsur karbon sangat diperlukan dalam membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bisa menekan

jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya. Arang sekam kaya akan kandungan karbon, dimana unsur karbon sangat diperlukan dalam

membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bisa menekan jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos. Sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya.


Manfaat Sekam Bakar

Ada beberapa manfaat sekam bakar yang biasa dijadikan sebagai media tanam. Berikut rinciannya.

1. Menjaga Struktur Tanah agar Gembur

·         Penggunaan sekam bakar sebagai campuran media tanam dinilai bisa menjaga struktur tanah agar tetap gembur.

·         Pasalnya, sekam ini mempunyai porositas yang tinggi serta ringan.

2. Menjaga unsure hara

·         Pada dasarnya, setiap hasil pembakaran menghasilkan banyak pori-pori yang bentuknya besar tetapi tetap ringan, begitu pula dengan sekam bakar.

·         Penggunaan pori-pori tersebut bermanfaat untuk mengikat serta menyerap unsur hara.

·         Selain itu, pori-pori juga dijadikan sebagai tempat perkembangbiakan mikroba atau mikroorganisme yang baik untuk tanaman.

3. pH Tanah Menjadi Meningkat

·         Sekam ini memiliki nilai pH yang cukup tinggi, yakni 8,5 hingga 9.

·         Dengan begitu, sekam ini sangat cocok digunakan di tanah yang bersifat asam untuk meningkatkan pH tanah.

4. Dapat Menyerap Racun

·         Umumnya, tanah memiliki beberapa racun serta penyakit yang bisa merusak tanaman.

  • Namun jangan khawatir, dengan pemberian sekam bakar, racun tersebut akan diserap dan penyakit akan segera diisolasi.

5.  Dapat Mengatasi Tanah yang Rusak akibat Bahan Kimia

·         Sekam bakar diklaim mampu mengatasi tanah yang rusak akibat bahan kimia.

·         Kamu hanya perlu memasukkan atau mencampurkan sekam ke tanah yang rusak akibat bahan kimia.

6. Sirkulasi Udara Media Tanam Terjaga

·         Agar pertukaran udara tumbuhan terjadi dengan baik, kamu perlu menambahkan sekam di media tanam.

·         Kandungan karbon pada sekam mengandung unsur hara bagi tanaman sehingga sekam bakar dapat digunakan untuk campuran pupuk organik. Tingkat keasaman sekam bakar bersifat netral dengan pH kira—kira 6-7, menjadikan sekam bakar cocok untuk media tanam bagi sebagian besar jenis tanaman.

 Cara Membuat Arang Sekam Bakar

Arang sekam bakar dapat dibuat sendiri dengan mudah. Modal yang dikeluarkan juga tidak banyak. Anda dapat memanfaatkan berbagai barang bekas yang sudah tidak dipakai. Berikut tahapan membuat sekam bakar yang

1. Menyiapkan Alat dan Bahan

Benda utama yang digunakan untuk membuat arang sekam bakar yaitu sebuah silinder seng dan selembar seng. Silinder seng yang dibutuhkan yaitu silinder dengan volume kurang dari 20 liter. Bisa juga menggunakan silinder dengan bahan besi atau logam lain dengan ukuran yang sama.

Adapun lembaran seng yang dibutuhkan adalah lembaran seng dengan ukuran kira-kira 100 cm x 15 cm. Alat lain yang digunakan yaitu korek api, sekop, gembor, karung kering, paku, palu serta kawat atau alat las bila ada. Bahan yang diperlukan yaitu sekam, air, kayu bakar, kertas kering bekas, sabut kelapa, tempurung kelapa serta oli bekas.

2. Memilih Lahan atau Tempat untuk Melakukan Pembakaran

·         Konsekuensi dalam membuat sekam bakar yaitu menghasilkan asap yang banyak serta tebal. Anda perlu memilih tempat pembakaran yang jauh dari kompleks rumah warga atau pemukiman.

·         Pilih juga tempat pembakaran dengan dasar atau alas yang memiliki ketahanan panas. Bila tidak ada, bisa menggunakan seng sebagai dasar tempat dilakukan pembakaran. Bila benar-benar tidak ada, lahan dengan alas tanah juga dapat digunakan sebagai pilihan.

3. Membuat Tong Silinder Pembakaran

·         Alat pembakaran arang sekam bakar dibuat dari sebuah silinder logam serta selembar seng. Langkah pertama yaitu buat tong silinder sehingga berbentuk silinder dengan alas tanpa tutup. Jadi silinder hanya memiliki satu bagian dasar dengan sisi dasar yang lain terbuka. Kemudian beri lubang pada dasar silinder berbentuk lingkaran dengan diameter 10 cm.

·         Langkah selanjutnya dalam membuat arang sekam bakar yaitu timbun sekeliling silinder seng menggunakan sekam. Sekam disusun menggunung menutupi silinder seng kira-kira setinggi 1 meter. Pipa pembakaran ada di tengah-tengah gundukan sekam dan dalam posisi tegak.

7. Membakar Sekam sampai Merata

·         Apabila pembakaran sudah berlangsung 20 – 30 menit, maka sekam padi yang ada di puncak timbunan biasanya sudah menghitam. Bila sekam menghitam, berarti sekam sudah menjadi arang sekam bakar.

·         Bila sudah begitu sekam yang masih berwarna cokelat dinaikkan ke atas tumpukan menggunakan sekop. Begitu terus dilakukan berulang-ulang hingga semua sekam sudah rata menghitam.

8. Menyiram dengan Air

·         Setelah semua sekam sudah menjadi hitam merata dengan struktur sekam yang masih baik (belum menjadi abu), langkah selanjutnya yaitu siram arang sekam bakar dengan air.

·         Cara penyiraman yang paling baik yaitu dilakukan dengan cara penyemprotan merata. Lakukan penyiraman sekam dengan menggunakan gembor.

 

9. Mengeringkan Sekam

·         Setelah sekam selesai disiram, tunggu hingga suhu sekam menurun. Kemudian timbunan sekam bakar dapat dibongkar menggunakan sekop dan dijemur. Jemur sekam bakar di tempat yang lapang hingga sekam benar-benar kering. Sekam bakar yang sudah kering ditempatkan di dalam karung kering.

·         Simpan arang sekam bakar pada ruang yang kering pula. Hindari penyimpanan karung sekam dalam kondisi bertumpuk dengan barang berat lainnya supaya sekam tidak hancur.

k    KANDUNGAN ARANG SEKAM PADI

Secara biologis, tanah yang gembur merupakan media yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya organisme hidup. Baik yang berupa mikroorganisme seperti bakteri akar maupun makroorganisme seperti cacing tanah. Kelebihan lainnya, arang sekam tidak membawa mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui pembakaran sehingga relatif steril.

Secara kimia, arang sekam memiliki kandungan unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5 sampai 7. Arang dari sekam padi tidak mengandung garam-garam yang merugikan tanaman.

Arang dari sekam padi tidak mengandung garam garam yang merugikan tanaman. Arang sekam kaya akan kandungan karbon, dimana unsur karbon sangat diperlukan dalam membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bisa menekan jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya.


OLEH : RETY APRIANI R. GAUK

Rabu, 06 September 2023

SISTIM PENGOLAHAN TANAH PADA LAHAN / BEDENGAN

 



Secara umum tanah didefinisikan sebagai bahan lepas yang tersusun dari batuan yang telah melapuk, mineral tanah yang lain, dan bahan organic yang sebagian telah melapuk. Tanah merupakan suatu bahan yang tidak dapat diperbaruhi karena dalam pembentukannya memerlukan waktu yang cukup lama yaitu lebih dari usia manusia.

Tanah  dalam dunia pertanian merupakan media penyangga pertumbuhan dan media yang dapat diolah, dengan dijadikannya tanah sebagai media tumbuh tersebut serta keberadaan tanah yang tidak dapat diperbaruhi maka diperlukan suatu langkah pengelolaan tanah yang sebaik-baiknya. Untuk melakukan pengelolaan tanah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman perlu terlebih dahulu diadakan evaluasi sumber daya lahan.

Pada dasarnya evaluasi sumber daya lahan membutuhkan keterangan-keterangan yang menyangkut tiga aspek yaitu : lahan, penggunaan lahan, dan aspek ekonomis. Maka dari itu untuk mengetahui lahan yang akan kita ketahui sifat tanahnya perlu diadakan dahulu evaluasi lahan yaitu dengan cara melakukan survei lahan kemudian dilakukan pemetaan. agar peta peta dan hasil survei tersebut mempunyai makna bagi perencanaan dan pengelolaan tanah, diperlukan tahapan berikutnya yaitu dengan jalan membandingkan sifat-sifat tanah, vegetasi, iklim, dengan persyaratan yang dibutuhkan berbagai jenis penggunaan lahan.

Tujuan dari kajian pengelolaan tanah ini tidak untuk mendapatkan hasil produksi semaksimal mungkin akan tetapi bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Hasil optimal adalah hasil maksimal dengan mempertimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan dalam melakukan suatu produksi.

 

Pengelolaan Tanah

 

Pengelolaan tanah merupakan pembinaan dalam hal pengolahan tanah. Pembinaan ini dimaksudkan agar para petani dapat melakukan pengolahan tanah dengan baik agar kesuburan tanah, produktivitas tanah, pengawetan tanah dan air dapat terjamin. Pengelolaan tanah yang baik memungkinkan terlaksananya usaha-usaha dibidang pertanian dalam jangka waktu yang panjang dari generasi ke generasi dengan hasil yang dapat memenuhi harapan

Tujuan pengolahan tanah adalah untuk menyiapkan tempat pesemaian, tempat bertanam, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa tanaman, dan memberantas gulma. Pengolahan tanah adalah untuk menciptakan sifat olah yang baik, dan sifat ini mencerminkan keadaan fisik tanah yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Cara pengolahan tanah sangat mempengaruhi struktur tanah alami yang baik yang terbentuk karena penetrasi akar atau fauna tanah, apabila pengolahan tanah terlalu intensif maka struktur tanah akan rusak. Kebiasaan petani yang mengolah tanah secara berlebihan dimana tanah diolah sampai bersih permukaannya merupakan salah satu contoh pengolahan yang keliru karena kondisi seperti ini mengakibatkan surface sealing yaitu butir tanah terdispersi oleh butir hujan

Pengelolaan tanah dapat berupa

1.    Pengaturan sistem penanaman,

     Menyangkut pola tanam dan jenis tanaman yang diusahakan. Dengan mengatur pola tanam yang disesuaikan dengan distribusi hujan sepanjang tahun, maka perlindungan terhadap permukaan tanah dapat terjadi secara terus-menerus. Sehingga pada bulan-bulan dengan curah hujan tinggi, tanah telah tertutup dengan vegetasi secara sempurna. Pengendalian kerusakan tanah, terutama pada lahan pertanian intensif dengan pengaturan system pertanaman yang dikombinasikan dengan penambahan bahan organik berupa pupuk kandang dapat disarankan sebagai salah satu metode pengelolaan tanah yang relatif murah dan mudah. Keadaan permukaan tanah yang selalu tertutup oleh vegetasi akan memberikan sisa tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber bahan organik.

Pengelolaan tanah yang meliputi kegiatan penyusunan rencana penggunaan tanah, konservasi tanah, pengolahan tanah dan pemupukan dimulai di lapangan dengan pembukaan/pembersihan hutan semak atau padang alang-alang atau rumput-rumput lainnya. Tindakan tersebut berlangsung selama tanah tersebut masih dipergunakan untuk pertanian.

2.    Konservasi tanah

       Konservasi tanah  diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah, dikatakan selanjutnya bahwa  konservasi  tanah  tidak  berarti  penundaan  atau  pelarangan

pengunaan tanah, tetapi menyesuaikan jenis penggunaannya dengan kemampuan tanah dan memberikan perlakuan sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan, agar tanah dapat berfungsi secara lestari

3.    Pemupukan

Pemupukan dalam arti luas adalah pemberian bahan kepada tanah dengan maksud untuk memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah. Pemupukan dalam arti khusus adalah pemberian bahan yang dimaksudkan untu menambah hara tanaman pada tanah. Pemberian bahan yang dimaksud untuk memperbaiki suasana tanah baik secara fisika, kimia, dan biologi, bahan yang dimaksud adalah amandemen yang berarti perbaikan atau penggantian. Bahan yang dimaksud mencakup mulsa (pengawet lengas tanah), pembenah tanah “soil conditioner”, kapur pertanian (menaikkan pH dan melawan racun Mn atau Al), tepung belerang (menurunkan pH yang terlalu tinggi), dan gibs (menurunkan kadar garam tanah.

Dalam pengelolaan tanah, hal yang paling penting adalah menjaga agar tanah selalu gembur, lembab, dan tidak terlalu basah. Pengaturan drainase perlu dilakukan untuk menjaga agar tanah selalu lembab tapi tidak terlalu basah. Perlakuan pengolahan tanah berbeda-beda karena jenis tanah yang digarap mempunyai kondisi yang berbeda. Tanah yang ditanami secara teratur harus diperlakukan berbeda dengan tanah yang tidak ditanami secara intensif.

 

Pengolahan tanah yang baik akan membuat tanah dan air menjadi awet dan produktivitas tanah dapat terjamin, sehingga memungkinkan terlaksananya usaha-usaha dibidang pertanian. Hal ini yang sangat dibutuhkan bagi petani serta bagi tanah yang diolah, sebab dengan adanya pengelolaan para petani dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara pasti. Keadaan tersebut juga berkaitan dengan tanah yang diolah, tanah juga memerlukan suatu keseimbangan antara hara yang masuk dan keluar dari tanah. Keseimbangan akan membantu tanah dalam penyediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga akan terjadi pertanian yang berkelanjutan.



OLEH : RETY APRIANI R.GAUK, SP.,M.Si


Minggu, 19 Februari 2023

HIDROPONIK SISTEM WICK PADA SAYURAN


 


Hidroponik yang berasal dari bahasa Latin yang berarti hydro (air) dan ponos (kerja). Istilah hidroponik pertama kali dikemukakan oleh W.F. Gericke dari University of California pada awal tahun 1930-an, yang melakukan percobaan hara tanaman dalam skala komersial yang selanjutnya disebut nutrikultur atau hydroponics. Selanjutnya hidroponik didefinisikan secara ilmiah sebagai suatu cara budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, akan tetapi menggunakan media inert (tidak menyediakan unsur hara seperti pasir. yang diberikan larutan hara yang mengandung semua elemen esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal tanaman

Sistem Wick adalah sistem yang paling sederhana dari ke 6 dasar sistem hidroponik. Ini adalah sistem pasif, yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke dalam media tumbuh dari wadah nutrisi dengan sumbu, biasanya sumbu menggunakan kain flannel atau jenis bahan lain yang mudah menyerap air. Sistem wick biasanya menggunakan media tanam seperti Rockwool, Perlite, Vermiculite, batu kerikil, hydroton, sekam bakar, dan cocopeat.

Wick System pada pertanian hidroponik disebut sebagai bentuk yang paling pasif dan sederhana. Model penanaman pada jenis ini mengandaikan tidak adanya elemen yang bergerak secara dinamis dan cepat untuk mensuplai nustrisi kepada tanaman. Ilustrasi sumbu kompor akan membantu memahami model ini. Air yang berisi nutrisi

akan dinaikkan ke bagian media tanam dengan menggunakan sumbu atau media lain yang dapat mengalirkan air. Air akan resap ke dalam media tanam yang disediakan dan diletakkan di bagian atas penampungan air. Wick System pada pertanian hidroponik disebut sebagai bentuk yang paling pasif dan sederhana.

Model penanaman pada jenis ini mengandalkan tidak adanya elemen yang bergerak secara dinamis dan cepat untuk mensuplai nustrisi kepada tanaman. Ilustrasi sumbu kompor akan membantu memahami model ini. Air yang berisi nutrisi akan dinaikkan ke bagian media tanam dengan menggunakan sumbu atau media lain yang dapat mengalirkan air. Air akan resap ke dalam media tanam yang disediakan dan diletakkan di bagian atas penampungan air.

Ternyata bercocok tanam menggunakan hidroponik sistem wick sederhana ini memiliki banyak keuntungan dan beberapa kelemahan, namun dengan kita mengetahui kelebihan dan kekurangan tersebut bisa menjadikan analisa dan mungkin kedepannya bisa memperbaiki atau bahkan mengembangkannya menjadi sistem yang lebih sempurna. Di bawah ini kita akan pelajari bersama dari beberapa kebehian dan kekurangan dari bercocok tanam menggunakan sistem sumbu ini, diantaranya.

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik Sistem Wick Sederhana

Kelebihan Wick System (Sistem Sumbu):

-      Tanaman dapat mendapat suplai air dan nutrisi secara terus menerus

-      Biaya pembuatan yang murah

-      Mempermudah perawatan tanaman karena tidak perlu melakukan penyiraman

-      Tidak tergantung listrik

Kekurangan :

- Banyak atau jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman akan sulit kita atur, mungkin dikarenakan dari daya serap bahan sumbu berbeda-beda sehingga daya hantar atau volume yang kita harapkan untuk kebutuhan tanaman tersebut akan sulit dipastikan. Mungkin sebagai solusi ketika kekurangan nutrisi kita bisa menambahkan jumlah sumbu pada media yang akan kita serap. Namun ketika tanaman kelebihan nutrisi bisa kita kurangi sumbu penghantar nutrisinya. Pengaturan jumlah penyaluran nutrinsi ini sangat penting untuk kita perhatikan karena sangat berpengaruh dengan kesuburan tanaman.

- Air dan nutrisi yang kita salurkan tentunya tidak dapat bersirkulasi / memutar kembali lagi pada bak atau wadah penampungan sehingga dirasa akan sedikit boros dan juga membutuhkan perhatian yang lebih untuk mengawasinya. Pengawasan harus sering dilakukan agar air dan nutrisi tetap stabil diterima oleh tanaman jangan sampai sering kehabisan sehingga tanaman layu bahkan mati.



Cara pembuatan dan instalasinya mudah. Cara membuat hidroponik sistem wick ini cukup sederhana.

§   Pertama, potong / jiregen atau botol minuman bekas menjadi dua bagian.

§   Kedua lubangi bagian atas tutup botolnya untuk memasukkan sumbu.

§   Ketiga, masukkan sumbu sepanjang 15 cm di lubang tutup tersebut.

§   Keempat, lubangi potongan bagian samping pada potongan botol yang ada sumbunya (buat 10-15 lubang sebesar mata solder meligkar di bagian botol yang mengerucut).

§   Kelima, pasang bagian yang bersumbu dengan posisi kerucut ke bawah.

§   Keenam, tanam benih sayuran yang berumur 1 minggu di sana, kemudian timbun dengan susunan aram sekam atau media lainnya lalu isi bagian bawah dengan air nutrisi.

Beberapa hal yang penting untuk anda perhatikan jika menanam sayuran hidroponik yaitu :

1.  Gunakan bahan yang tahan panas, tidak diianjurkan menggunakan bahan besi seperti kaleng seng dll biasanya menggunakan bak plastik dan juga bak berbahan stereform.

2.  jarak tanam jangan terlalu pendek

3.  jarak pot ke larutan nutrisi usahakan tidak lebih dari 1cm

4.  pilih tanaman yang kebutuhan air masih bisa terpenuhi oleh daya kapilaritas sumbu pada sistem

5.  aduk larutan nutrisi minimal 1 x sehari jika anda tidak menggunakan aerator

6.  Gunakan bak larutan nutrisi yang tidak tembus cahaya mataharikenapa gunakan bak larutan yang tidak tembus sinar matahari supaya pertumbuhan lumut tidak banyak.

7.  Ganti air 1 minggu sekali untuk antisipasi jentik nyamuk

8.  Gunakan air baku yang tds dibawah 100 (bisa gunakan air tetesan ac, atau air RO atau air apa saja yang ppmnya dibawah 100)

9.  Jaga suhu larutan nutrisi antara 24 - 27 celcius

 Tahap pemeliharaan dalam sistem hidroponik diantaranya

Pertama, pemberian nutrisi yang cukup ini memang perlu diperhatikan mengingat tanaman sangat bergantung pada nutrisi tersebut untuk dapat mempertahankan pertumbuhannya agar tetap stabil. Agar tanaman yang anda tanam mendapatkan nutrisi yang cukup tersebut maka anda bisa melakukannya dengan cara menambah larutan nutrisi pada bak nutrisi apabila stok nutrisi yang ada pada bak tersebut telah melewati batas minimal atau sudah berkurang setidaknya sepertiga dari volume sebelumnya. Dengan begitu, maka ketersediaan nutrisi pada tanaman akan terjamin hingga saatnya tanaman panen nanti.

Kedua, tanaman harus mendapatkan sinar matahari yang cukup, dimana tanaman membutuhkan sinar matahari untuk melakukan proses fotosintesis. Tanaman yang baik biasanya membutuhkan sinar matahari minimal 5 jam per hari.

Ketiga yaitu pengecekan nutrisi yang secara berkala agar kebutuhan nutrisi terpenuhi dan menghasilkan hasil yang maksimal. Yang dimaksud dengan pengecekan nutrisi ini adalah dengan mengecek kadar nutrisi yang dibutuhkan tanaman hidroponik yang kita tanam.


OLEH : RETY APRIANI, R.GAUK

Minggu, 05 Februari 2023

Budidaya Kangkung Darat (Kangkung Cabut)

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Ada dua jenis kangkung yang kita kenal, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Jenis kangkung darat adalah kangkung yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Sedangkan kangkung air banyak tumbuh secara liar di rawa-rawa dan kawasan berair. Tanaman kangkung bisa diperbanyak dengan biji atau stek. Perbanyakan dengan biji biasanya dilakukan pada budidaya kangkung darat. Sedangkan kangkung air lebih mudah diperbanyak dengan stek. 

Kangkung darat (Ipomoea Reptans) memiliki warna hijau terang dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga kangkung darat putih. Sedangkan kangkung air (Ipomoea Aquatica) memiliki daun berwarna hijau agak gelap dengan ujung membulat atau lebih tumpul sehingga terlihat lebih lebar. Warna bunga kangkung air cenderung ungu. Selain perbedaan fisik, kebiasaan cara memanen dua jenis kangkung ini berbeda kangkung darat di panen dengan cara dicabut, sedangkan kangkung air dipanen dengan cara dipotong.

Syarat Tumbuh Kangkung Darat (Kangkung Cabut)

Tanaman kangkung merupakan tanaman sayuran yang mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan syarat tumbuh tertentu. Walaupun demikian, budidaya kangkung juga harus dilakukan dengan benar agar memperoleh hasil yang maksimal. Kangkung darat bisa tumbuh dengan baik dimana saja, baik di dataran rendah, menengah maupun dataran tinggi. Agar tanaman kangkung darat dapat tumbuh dengan maksimal, lahan untuk budidaya kangkung haruslah gembur, subur dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Persiapan Lahan & Pemberian Pupuk Dasar Budidaya Kangkung Darat

Lahan untuk menanam kangkung harus digemburkan terlebih dahulu dengan cara dicangkul atau dibajak. Kemudian dibuat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang sesuai dengan lahan. Jarak antara bedengan kurang lebih 30 cm. Pemberian pupuk dasar dilakukan setelah pembuatan bedengan selesai. Pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos dan bisa ditambahkan pupuk NPK. Kebutuhan pupuk untuk tanaman kangkung darat disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Jika perlu tambahkan kapur dolomit untuk menaikkan pH tanah. Setelah pupuk dasar ditaburkan, kemudian diaduk agar pupuk tersebar merata. Biarkan selama kurang lebig 1 minggu sebelum penanaman.

Persiapan Benih Budidaya Kangkung Darat / Kangkung Cabut

 Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya menggunakan benih yang berkualitas baik. Supaya praktis, benih bisa didapatkan di toko saprotan. Saat ini banyak sekali benih – benih kangkung berkualitas yang beredar dipasaran. Misalnya benih kangkung Bika, Pingky, Bangkok, Kencana, Regina, Matahari dan lain sebagainya.

Cara menanam budidaya kangkung cabut atau kangkung darat :

a. Persiapan Bibit Kangkung Cabut atau Kangkung Darat

Benih kangkung cabut yang akan dijadikan bibit haruslah terbebas dari hama dan penyakit, memiliki daya tumbuh sekitar 95%. Benih tersebut dapat anda beli di toko pertanian.

b.    Persiapan Lahan Tanam Kangkung Cabut atau Kangkung Darat

Lahan yang akan digunakan untuk menanam kangkung darat atau kangkung cabut di gemburkan terlebih dahulu dengan cara dicangkul atau dibajak. Selanjutnya buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1 meter dengan panjang disesuaian dengan panjang lahan tanam, antar bedengan diberi jarak sekitar 40 cm untuk drainase. Jika sudah jadi, lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang berupa kotoran ayam yang ceat terurai. Untuk satu hektar lahan tanam dibutuhkan sekitar 10 ton kotoran ayam. Setelah itu diamkan lahan tanam selama sekitar 3 minggu agar pupuk tersebut cepat terurai.

c. Penanaman Kangkung Darat atau Kangkung Cabut

         Terdapat 2 cara penanaman kangkung cabut ini yaitu dengan cara disebar atau dengan cara ditugal. Kedua sistem tanam tersebut memiliki perbandingan yaitu:

  • Penanaman dengan cara disebar

Lebih cepat dan tidak membutuhkan biaya tenaga kerja yang banyak
Penggunaan benih lebih boros karena dalam 1 hektar lahan dapat menghabiskan sekitar 5 kg-10 kg benih.
Membutuhkan tenaga kerja yang terampil untuk menebar benih agar lebih merata Sulit mendapatkan kepadatan populasi tanaman.

  • Penanaman dengan cara ditugal

Dapat mengatur jarak tanam sehingga dapat mengetahui populasi tanam.
Biasanya jarak tanam yang digunakan yaitu sekitar 5 cm x 10 cm.
Membutuhkan tenaga kerja dan biaya yang lebih banyak.

d. Pemupukan Kangkung Darat atau Kangkung Cabut

        Kangkung darat atau kangkung cabut ini tidak memerlukan pemupukan susulan, namun apabila daun tanaman kangkung berubah warna dari hijau pucat atau pudar maka lakukan pemupukan sesulan dengan menggunakan pupuk kandang berupa kotoran ayam sama seperti pemupukan dasar. Dalam setiap lubang tanam di isi sekitar 2-3 benih.

e.      Penyiraman Tanaman Kangkung Darat atau Kangkung Cabut

           Kangkung darat atau Kangkung cabut ini membutuhkan banyak air, maka lakukan penyiraman secara rutin sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari apabila pada musim kemarau. Namun apabila pada musim penghujan pastikan air tidak menggenang pada lahan tanam kangkung karena dapat menyebabkan kangkung terserang penyakit busuk akar.

f.       Hama dan Penyakit Tanaman Kangkung Darat / Kangkung Cabut

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang biasanya ditemukan pada tanaman kangkung adalah ulat grayak, belalang, kepik, kumbang perusak daun, dan kutu daun. Untuk mengendalikannya bisa dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida seperti regent, metindo, matador, curacron atau decis.

g.      Pemanenan Kangkung Darat atau Kangkung cabut
        Jika perawatan dilakukan secara optimal maka setelah berumur sekitar 30 hari – 45 hari sejak benih kangkung sudah dapat dipanen. Sesuai dengan namanya kangkung ini dpanen dengan cara mencabutnya hingga bagian akar. Setelah panen kangkung dibersihkan dari kotoran yang menempel pada kangkung dengan cara dicuci di air mengalir dan siap dijual kepada konsumen.


OLEH : RETY APRIANI 

PEMANFAATAN SARANA DIGITAL BPP BENTENG BONTOHARU SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN

  Perkembangan teknologi di era digitalisasi 4.0 menuntut penyuluh pertanian untuk memiliki kemampuan Internet of Things (IOT), Teknologi 3D...