Senin, 20 November 2023

CARA SEMAI BENIH SAWI MENGGUNAKAN ROKWOLL

 


Cara penyemaian benih merupakan tahapan penting dalam bercocok tanam. Beberapa manfaat yang diperoleh saat menyemai benih adalah lebih banyak varietas yang bisa ditanam dan lebih banyak bibit yang diperoleh. Dalam melakukan penyemaian benih ada beberapa pilihan media tanam yang biasa digunakan diantaranya cocopeat, hydroton, dan rockwool. 

Tahapan Semai Benih

Pemilihan rockwool sebagai media tanam dikarenakan beberapa alasan. Rockwool pas dan cocok untuk semua jenis sayuran, materi rockwool bersifat netral dan tidak mengandung penyakit atau bahan kimia, kemampuan menyerap air hingga 14 kali kapasitas tampungan tanah.

§  Hal pertama yang harus kita lakukan tentu saja memotong rockwool sesuai kebutuhan. Bisa dengan ukuran 2 X 3 CM atau sesuai kebutuhan. Untuk Sawi saya memotong dengan ukuran di atas karena usia tanam yang pendek. Rockwool termasuk cukup lembut dan lunak, sehingga bisa dipotong menggunakan cutter atau pisau roti bergerigi maupun gergaji besi. 

§  Letakkan rockwool dalam wadah yang rata. Anda bisa menggunana tray semay, atau cukup gunakan nampan yang memiliki permukaan rata.

§  Basahi media/rockwoll dengan air tanah/air sumur atau air hujan. Anda juga bisa menggunakan nutrisi hidroponik dengan konsentrasi 3 CC per liter. Hindari penggunaan air PAM karena mengandung klorine yang bisa menghambat pertumbuhan benih.

§  Air isi ulang bisa juga jadi pilihan. Sebaiknya gunakan sprayer agar media tidak terlalu basah untuk menghindari busuk benih. Jika tak ada, rockwoll bisa and celupkan dan angin-anginkan beberapa saat, hingga kelebihan cairan menetes. 

§  Lubangi permukaan rockwool dengan benda tajam untuk menempatkan benih. Anda bisa menggunakan tusuk gigi atau paku yang steril.

§  Tempatkan dua-tiga benih ke dalam lubang tanam dengan bantuan tusuk gigi atau pinset. Penempatan lebih dari satu benih sebagai cadangan jika ada yang tidak tumbuh. Selanjutnya anda bisa memanfaatkan benih yang paling sehat dan subur saat sudah tumbuh.

§  Tempatkan tray ditempat yang gelap dalam suhu kamar. Anda juga bisa menutup tray dengan plastik hitam untuk menghindari penguapan air berlebih.

§  Disarankan untuk memonitor kelembaban media setiap hari, tambahkan air (dengan sprayer) jika media terlalu kering.

Benih yang baik biasanya akan mulai sprout/pecah, dalam waktu 2X24 jam.
Saat Sawi sudah mulai tumbuh daun sejati ( 2 daun awal), usahakan tanaman terkena paparan sinar matahari. Tanaman yang kurang sinar pada awal pertumbuhannya cenderung tumbuh kurus dan tinggi.
Setelah tanaman tumbuh 4 (empat) daun, anda bisa pindahkan ke media tanam yang ada pilih. System wick atau hidroponik yang lain. Atau cukup dengan system wick (sumbu) dengan media botol mineral bekas.

 

OLEH : DATULANGI, S.ST





Selasa, 07 November 2023

PENGGUNAAN JARAK TANAM JAJAR LEWOGO PADA TANAMAN JAGUNG

 



Tanaman jagung merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan hingga saat ini. Komoditas jagung (Zea mays L) sangat dibutuhkan karena banyak kegunaan dalam kehidupan sehari hari. Dalam budidaya jagung komponen teknologi pengaturan jarak tanam dan system tanam diperlukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Tanaman jagung hingga kini masih sangat diminati oleh masyarakat dunia, salah satunya untuk kebutuhan pangan. Kebutuhan jagung dunia mencapai 770 juta ton/tahun, 42% diantaranya merupakan kebutuhan masyarakat di benua Amerika. Di Indonesia jagung termasuk bahan pangan penting karena merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras.

Teknologi jarak tanam  diperlukan untuk mendapatkan tingkat populasi yang maksimal mengurangi kompetisi mendapatkan unsur hara antar tanaman serta memaksimalkan penerimaan sinar matahari ketanaman, selain itu sistem tanam jajar legowo ternyata juga dapat diterapkan pada pertanaman jagung. Sistem tanaman jagung sama halnya dengan padi, tanaman jagung membentuk anakan, manfaat menerapkan sistem tanam legowo pada tanaman jagung  adalah memudahkan pemeliharaan tanaman, terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun herbisida, pemupukan, serta pemberian air

Sistem  tanam Jajar Legowo merupakan pola tanam antara dua baris tanam ataupun lebih yang diberi satu baris kosong. Istilah legowo berasal dari kata “lego” yang berarti luas dan “dowo” yang berarti panjang. Penerapan Jajar Legowo selain untuk meningkatkan populasi tanaman, juga mampu menambah kelancaran sirkulasi sinar matahari dan udara disekitar tanaman pinggir sehingga tanaman bisa berfotosintesis lebih baik. Selain itu tanaman yang posisinya berada di pinggir diharapkan memberikan produksi lebih tinggi serta kualitas panen lebih baik karena pada sistem tanam Jajar Legowo terdapat ruang terbuka seluas 25 - 50%, sehingga penerimaan cahaya matahari lebih optimal

Jajar Legowo awalnya dikenal sebagai sistem tanam yang diaplikasikan di lahan padi namun juga bisa diadopsi untuk tanaman jagung. Tetapi pada budidaya jagung, Jajar Legowo lebih diarahkan pada peningkatan penerimaan intensitas cahaya matahari untuk optimalisasi fotosintesis serta asimilasi dan juga memudahkan pemeliharaan tanaman. Anjuran populasi tanaman untuk jagung adalah berkisar antara 66.000 – 71.000 tanaman/ha. Jika penanaman dilakukan dengan cara tanam Jajar Legowo, agar populasi tanaman tetap berkisar antara 66.000 – 71.000 tanaman/ha.

Tak hanya bisa diimplementasikan pada tanaman padi, sistem tanam jajar legowo juga bisa diimplementasika pada pertanaman jagung. Berbeda dengan padi, tanaman jagung tidak membentuk anakan, sehingga penerapan sistem tanam jajar legowo pada tanaman jagung lebih diarahkan pada:

1.Pengoptimalan penerimaan intensitas sinar matahari pada daun, sehingga diharapkan hasil asimilat meningkat, alhasil pengisian biji dapat optimal.

2.Mempermudah pemeliharaan tanaman, terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun dengan herbisida, pemupukan, serta pemberian air.

3.Memudahkan penanaman serta pada barisan kosong dapat  dimanfaatkan untuk tanaman kacang-kacangan (tumpang sari)

Penerapan jarak tanam yang baik dengan penerapan sistem tanam jajar legowo dengan kelebihan sebagai berikut:

1.      Perawatan dan pengamatan mudah

2.      Penerimaan sinar matahari optimal,sehingga proses fotosintesis baik dan meminimalkan serangan OPT

Penerapan sistem tanam jagung dengan jajar legowo juga memungkinkan untuk melakukan tumpang sari pada barisan kosong dengan menanam kacang tanah atau tanaman yang lain.

Perbedaan penerapan sistem tanam biasa dengan sistem tanam jajar legowo pada tanaman jagung sebagai berikut:

Sistem tanam biasa dengan jarak tanam : 70 cm x 20 cm (1 tanaman /lubang) atau 70 x 20 ( 1 tanaman/lubang) maka populasi yang ada adalah 66.000-71.000 tanaman/ Ha.

Sistem tanam jajar legowo :  (20 cm  x 50 cm) x 100 cm ( 1 tanaman /lubang) atau (40 cm  x 50 cm) x 100 cm ( 2 tanaman/lubang) maka populasi yang ada 66.000 tanaman/Ha

Sistem tanam jajar legowo (20 cm x 40 cm) x 100 cm ( 1 tanaman/lubang) atau (40 cm x 40 cm ) x 100 cm ( 2 tanaman/lubang) maka populasi yang ada 71.000 tanaman / Ha


OLEH : RETY APRIANI R.GAUK

Rabu, 01 November 2023

ALUR UNTUK MENDAPATKAN PUPUK BERSUBSIDI BAGI PETANI/KELOMPOK TANI DI WILAYAH KERJA BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN BENTENG-BONTOHARU

 


Dalam upaya intensifikasi, pupuk berperan berkenaan dengan penggunaan bibit unggul yang perlu diimbangi dengan asupan hara yang cukup. Dalam upaya ekstensifikasi, pupuk diperlukan untuk peningkatan produktivitas lahan dan untuk mengembalikan produktivitas tanah lahan konversi. Efektivitas penggunaan pupuk diarahkan pada penerapan pemupukan berimbang dan organik sesuai rekomendasi spesifik lokasi atau standar teknis penggunaan pupuk yang dianjurkan. Dalam penerapan pemupukan berimbang, perlu didukung dengan aksesibilitas dalam memperoleh pupuk dengan harga yang terjangkau.

Guna menjamin ketersediaan pupuk dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, maka telah terbit DIPA BUN Tahun Anggaran 2020 Nomor DIPA-999.07.1.984149/2020 tanggal 31 Desember 2019. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Presiden Nomor 78 tahun 2019 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020, telah diamanatkan Program Pengelolaan Subsidi Pupuk. Sebagai tindaklanjut terhadap kebijakan tersebut, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020, sebagai legal formal dalam penyaluran pupuk bersubsidi dan pembayaran subsidi pupuk.

Implementasi Peraturan Menteri tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penerbitan Keputusan Kepala Dinas Daerah Provinsi dan Keputusan Kepala Dinas Daerah Kabupaten/Kota tentang alokasi pupuk di masing-masing wilayahnya, sebagai petunjuk bagi produsen, distributor dan penyalur pupuk di Lini IV dalam menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi di wilayah tanggung jawabnya.

Efektivitas penggunaan pupuk diarahkan pada penerapan pemupukan berimbang sesuai dengan rekomendasi sepesifik lokasi.  Dalam penerapannya perlu didukung dengan akses memperoleh pupuk dengan harga terjangkau.

Melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan HET Sektor Pertanian Tahun 2020, Pemerintah memberikan pupuk bersubsidi kepada para petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional dengan menerapkan 6 Tepat (tepat jumlah, tepat jenis, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat mutu).

Alokasi pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang telah tergabung dalam Kelompoktani yang telah terdaftar di Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang dan telah terupdate dalam data SIMLUHTAN.  Kelompoktani yang terdaftar tersebut berhak mendapatkan pupuk bersubsidi juka sudah menyusun e-RDKK. 

Ketentuan petani yang mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi adalah (1) petani yang melakukan usaha tani subsektor tanaman pangan, sub sektor perkebunan, subsektor hortikultura, subsektor peternakan dengan luasan maksimal 2 (dua) hektar per musim tanam; (2) petani yang melakukan usahatani sub sektor tanaman pangan pada PATB; dan (3) petani yang melakukan usaha sub sektor perikanan budidaya dengan luasan 1 (satu) hektar per musim tanam.

Kebutuhan pupuk bersubsidi disusun berdasarkan musyawarah kelompoktani dan dituangkan dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).  Musyawarah dipimpin oleh ketua kelompok dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian.  Selanjutnya RDKK direkap secara berjenjang dari mulai tingkat kampung, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

Selanjutnya RDKK sesuai dengan Permentan Nomor 67 Tahun 2016 yang dipergunakan untuk penebusan pupuk bersubsidi adalah yang sudah masuk dalam database e-RDKK.  Selanjutnya penyaluran pupuk bersubsidi berbasis e-RDKK (Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang sudah ditentukan alokasinya.

 


Alur untuk mendapatkan pupuk bersubsidi di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Benteng-Bontoharu adalah sebagai berikut :

1.  Alokasi pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang telah terdaftar/teregistrasi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar dan telah terupdate dalam aplikasi data SIMLUHTAN

2.  Kelompok tani yang telah terdaftar teresebut berhak mendapatkan pupuk bersubsidi jika sudah menyusun e-RDKK

3.  Kebutuhan pupuk bersubsidi disusun berdasarkan musyawarah kelompok tani dan dituangkan dalam RDKK (Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok). Musyawarah dipimpin oleh Ketua Kelompok didampingi oleh Penyuluh Pertanian.

4.  Selanjutnya RDKK direkap secara berjenjang mulai dari tingkat Desa, Kecamatan dan selanjutnya ke Kabupaten dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar

5.  Penyaluran pupuk bersubsidi berbasis e-RDKK ( Sistem Elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok) yang sudah ditentukan alokasinya

6.  Data anggota kelompok tani yang diinput adalah berbasis NIK dari e-KTP masing-masing anggota kelompok

 

OLEH : RETY APRIANI

Selasa, 24 Oktober 2023

CARA SEDERHANA MEMBUAT VCO



Kelapa adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan atau Arecaceae dan adalah anggota tunggal dalam marga Cocos. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serba guna, khususnya bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini.

Minyak kelapa murni (Inggris: virgin coconut oil) adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB.

Penyulingan minyak kelapa seperti di atas berakibat kandungan senyawa-senyawa esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteri dan jamur.

Minyak kelapa murni atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), merupakan merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan.

Minyak kelapa berdasarkan kandungan asam lemak digolongkan ke dalam minyak asam laurat, karena kandungan asam lauratnya paling besar jika dibandingkan dengan asam lemak lainnya. Berdasarkan tingkat ketidakjenuhannya yang dinyatakan dengan bilangan Iod (iodine value), maka minyak kelapa dapat dimasukkan ke dalam golongan non drying oils, karena bilangan iod minyak tersebut berkisar antara 7,5-10,5.

Komposisi asam lemak minyak kelapa dapat dilihat pada tabel 2.2. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa asam lemak jenuh minyak kelapa kurang dari 90 persen. Minyak kelapa mengandung 84 persen trigliserida dengan tiga molekul asam lemak jenuh, 12 persen trigliserida dengan dua asam lemak jenuh dan 4 persen trigliserida dengan satu asam lemak jenuh.

Minyak kelapa murni atau bahasa ilmiahnya virgin coconut oil adalah minyak perawan yang berasal dari sari pati kelapa, diproses secara higienis tanpa sentuhan api secara langsung dan bahan kimia tambahan.

Dilihat dari warnanya, minyak kelapa murni jauh lebih bening seperti air mineral. Selain itu kadar air dan asam lemak bebasnya kecil, serta kandungan asam lauratnya tinggi. Minyak kelapa murni mengandung anti oksidan bebas sehingga mampu menjaga kekebalan tubuh.

Proses pembuatan minyak kelapa murni ini sama sekali tidak menggunakan zat kimia organis dan pelarut minyak. Dari proses seperti ini, rasa minyak yang dihasilkan lembut dengan bau khas kelapa yang unik. Jika minyak membeku, warna minyak kelapa ini putih murni. Sedangkan jika cair, VCO tidak berwarna ( bening ). Minyak kelapa murni tidak mudah tengik karena kandungan asam lemak jenuhnya tinggi sehingga proses oksidasi tidak mudah terjadi.

Namun, bila kualitas VCO rendah, proses ketengikan akan berjalan lebih awal. Hal ini disebabkan oleh pengaruh oksigen, keberadaan air, dan mikroba yang akan mengurangi kandungan asam lemak yang berada dalam VCO menjadi komponen lain.

Secara fisik, VCO harus berwarna jernih. Hal ini menandakan bahwa di dalamnya tidak tercampur oleh bahan dan kotoran lain. Apabila didalamnya masih terdapat kandungan air, biasanya akan ada gumpalan berwarna putih. Keberadaan air ini akan mempercepat proses ketengikan. Selain itu, gumpalan tersebut kemungkinan juga merupakan komponen blondo yang tidak tersaring semuanya. Kontaminasi seperti ini secara langsung akan berpengaruh terhadap kualitas VCO.

Pada pembuatan minyak secara fermentasi ini sebenarnya yang diperlukan adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh jamur saccharomyces sp. Enzim yang diproduksi oleh Saccharomyces sp ini dilepaskan ke lingkungan sekitar jamur untuk menghancurkan subtract tempat tumbuhnya menjadi senyawa-senyawa organic dapat larut. Subtrat yang dihancurkan ini pada umumnya berupa senyawa karbohidrat didalam endosperm biji kelapa. Minyak umumnya dapat berikatan dengan karbohidrat dan protein. Dengan dihancurkannya karbohidrat oleh enzim yang dihasilkan Saccharomyces sp, maka minyak maupun protein masing-masing akan terlepas. Minyak akan berada di permukaan karena memiliki BJ yang lebih ringan, sedangkan proteinnya akan mengendap. Protein yang mengendap inilah yang selanjutnya oleh orang sunda disebut sebagai galendo.

Pembuatan minyak kelapa secara fermentasi memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan cara tradisional. Pada cara tradisional rendeman minyak yang diproleh sekitar 15 -17%, sedangkan dengan cara fermentasi rendeman yang diproleh sekitar 22-24%. Selain itu, pembuatan minyak kelapa secara fermentasi prosedurnya lebih mudah, dapat menghemat bahan bakar, dan mengahasilkan minyak yang berwarna jernih dengan kualitas memenuhi standar minyak Indonesia. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa keberhasilan pembuatan minyak dengan metode ini sangat dipengaruhi oleh jenis subtract, kenis ragi, dan factor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan Saccharomyces sp.

 

Persiapan Alat dan Bahan

Alat

a.       Botol Aqua (550 ml) 5 buah

b.      Baskom

c.       Saringan

d.      Timbangan

e.       Toples 1 buah

f.       Sendok

 

Bahan

a.         Kelapa yang sudah diparut sebayak 10 buah

b.        Air

c.         Ragi roti

 

Cara kerja

Pembuatan krim santan

·     Disediakan kelapa tua sebanyak 9 buah, kemudian di parut.

·    Kelapa yang telah diparut disiram dengan air sebanyak 3 liter, kemudian diperas hingga diperoleh santan sebanyak 3.350 liter. Untuk memproleh hasil yang maksimal, ampas yang diperoleh dapat disiram lagi dengan air, kemudian diperas kembali.

·   Santan yang diperoleh dimasukkan ke dalam panci.

·   Panci yang telah berisi santan ditutup dengan kertas agar tidak banyak terkontaminasi, kemudian ditunggu kira-kira 3 jam agar terjadi pemisahan antara air dan krim santannya.

· Setelah air dan krim santan tampak terpisah. Diambil krim santannya dengan menggunakan sendok besar, kemudian krim santan itu diletakkan pada toples.

·  Untuk sisa air itu, tidak dibuang melainkan di uji coba juga, untuk mengetahui apakah terbentuk minyak VCO juga.

 

Fermentasi dan inkubasi

· Krim santan dan air sisa yang diperoleh ditimbang, kemudian ditambahkan ragi roti sebanyak 0.5 % dari berat krim santan tersebut, kemudian diaduk hingga merata. Masing-masing dari krim santan dan air itu di peroleh berat ragi roti yaitu untuk krim santan kental 1233 gram dan ragi rotinya 6.165 gram dan untuk santan encer 2100 gram diperoleh berat ragi roti yaitu 10.5 gram.

·  Ditutup dan disimpan krim santan yang telah ditaburkan ragi didalam ruang inkubasi dengan suhu 300C selama 3 hari. Selama inkubasi ini proses fermentasi oleh ragi akan berlangsung.

·  Setelah masa inkubasi mencapai 4 hari, minyak yang terbentuk akan tampak berada di permukaan.

·  Kemudian minyak tersebut dipisahkan dari bahan-bahan lain yang mengendap dibawahnya seperti air (H2O).

·  Minyak yang diperoleh tersebut merupakan minyak VCO.

 

 OLEH : RETY APRIANI R.GAUK

 


Senin, 09 Oktober 2023

TEKNIK PEMBUATAN ARANG SEKAM

 

Secara biologis, tanah yang gembur merupakan media yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya organisme hidup. Baik yang berupa mikroorganisme seperti bakteri akar maupun makroorganisme seperti cacing tanah. Kelebihan lainnya, arang sekam tidak membawa mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui pembakaran sehingga relatif steril.

Secara kimia, arang sekam memiliki kandungan unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5 sampai 7. Arang dari sekam padi tidak mengandung garam-garam yang merugikan tanaman.

Arang dari sekam padi tidak mengandung garam garam yang merugikan tanaman. Arang sekam kaya akan kandungan karbon, dimana unsur karbon sangat diperlukan dalam membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bisa menekan

jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya. Arang sekam kaya akan kandungan karbon, dimana unsur karbon sangat diperlukan dalam

membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bisa menekan jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos. Sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya.


Manfaat Sekam Bakar

Ada beberapa manfaat sekam bakar yang biasa dijadikan sebagai media tanam. Berikut rinciannya.

1. Menjaga Struktur Tanah agar Gembur

·         Penggunaan sekam bakar sebagai campuran media tanam dinilai bisa menjaga struktur tanah agar tetap gembur.

·         Pasalnya, sekam ini mempunyai porositas yang tinggi serta ringan.

2. Menjaga unsure hara

·         Pada dasarnya, setiap hasil pembakaran menghasilkan banyak pori-pori yang bentuknya besar tetapi tetap ringan, begitu pula dengan sekam bakar.

·         Penggunaan pori-pori tersebut bermanfaat untuk mengikat serta menyerap unsur hara.

·         Selain itu, pori-pori juga dijadikan sebagai tempat perkembangbiakan mikroba atau mikroorganisme yang baik untuk tanaman.

3. pH Tanah Menjadi Meningkat

·         Sekam ini memiliki nilai pH yang cukup tinggi, yakni 8,5 hingga 9.

·         Dengan begitu, sekam ini sangat cocok digunakan di tanah yang bersifat asam untuk meningkatkan pH tanah.

4. Dapat Menyerap Racun

·         Umumnya, tanah memiliki beberapa racun serta penyakit yang bisa merusak tanaman.

  • Namun jangan khawatir, dengan pemberian sekam bakar, racun tersebut akan diserap dan penyakit akan segera diisolasi.

5.  Dapat Mengatasi Tanah yang Rusak akibat Bahan Kimia

·         Sekam bakar diklaim mampu mengatasi tanah yang rusak akibat bahan kimia.

·         Kamu hanya perlu memasukkan atau mencampurkan sekam ke tanah yang rusak akibat bahan kimia.

6. Sirkulasi Udara Media Tanam Terjaga

·         Agar pertukaran udara tumbuhan terjadi dengan baik, kamu perlu menambahkan sekam di media tanam.

·         Kandungan karbon pada sekam mengandung unsur hara bagi tanaman sehingga sekam bakar dapat digunakan untuk campuran pupuk organik. Tingkat keasaman sekam bakar bersifat netral dengan pH kira—kira 6-7, menjadikan sekam bakar cocok untuk media tanam bagi sebagian besar jenis tanaman.

 Cara Membuat Arang Sekam Bakar

Arang sekam bakar dapat dibuat sendiri dengan mudah. Modal yang dikeluarkan juga tidak banyak. Anda dapat memanfaatkan berbagai barang bekas yang sudah tidak dipakai. Berikut tahapan membuat sekam bakar yang

1. Menyiapkan Alat dan Bahan

Benda utama yang digunakan untuk membuat arang sekam bakar yaitu sebuah silinder seng dan selembar seng. Silinder seng yang dibutuhkan yaitu silinder dengan volume kurang dari 20 liter. Bisa juga menggunakan silinder dengan bahan besi atau logam lain dengan ukuran yang sama.

Adapun lembaran seng yang dibutuhkan adalah lembaran seng dengan ukuran kira-kira 100 cm x 15 cm. Alat lain yang digunakan yaitu korek api, sekop, gembor, karung kering, paku, palu serta kawat atau alat las bila ada. Bahan yang diperlukan yaitu sekam, air, kayu bakar, kertas kering bekas, sabut kelapa, tempurung kelapa serta oli bekas.

2. Memilih Lahan atau Tempat untuk Melakukan Pembakaran

·         Konsekuensi dalam membuat sekam bakar yaitu menghasilkan asap yang banyak serta tebal. Anda perlu memilih tempat pembakaran yang jauh dari kompleks rumah warga atau pemukiman.

·         Pilih juga tempat pembakaran dengan dasar atau alas yang memiliki ketahanan panas. Bila tidak ada, bisa menggunakan seng sebagai dasar tempat dilakukan pembakaran. Bila benar-benar tidak ada, lahan dengan alas tanah juga dapat digunakan sebagai pilihan.

3. Membuat Tong Silinder Pembakaran

·         Alat pembakaran arang sekam bakar dibuat dari sebuah silinder logam serta selembar seng. Langkah pertama yaitu buat tong silinder sehingga berbentuk silinder dengan alas tanpa tutup. Jadi silinder hanya memiliki satu bagian dasar dengan sisi dasar yang lain terbuka. Kemudian beri lubang pada dasar silinder berbentuk lingkaran dengan diameter 10 cm.

·         Langkah selanjutnya dalam membuat arang sekam bakar yaitu timbun sekeliling silinder seng menggunakan sekam. Sekam disusun menggunung menutupi silinder seng kira-kira setinggi 1 meter. Pipa pembakaran ada di tengah-tengah gundukan sekam dan dalam posisi tegak.

7. Membakar Sekam sampai Merata

·         Apabila pembakaran sudah berlangsung 20 – 30 menit, maka sekam padi yang ada di puncak timbunan biasanya sudah menghitam. Bila sekam menghitam, berarti sekam sudah menjadi arang sekam bakar.

·         Bila sudah begitu sekam yang masih berwarna cokelat dinaikkan ke atas tumpukan menggunakan sekop. Begitu terus dilakukan berulang-ulang hingga semua sekam sudah rata menghitam.

8. Menyiram dengan Air

·         Setelah semua sekam sudah menjadi hitam merata dengan struktur sekam yang masih baik (belum menjadi abu), langkah selanjutnya yaitu siram arang sekam bakar dengan air.

·         Cara penyiraman yang paling baik yaitu dilakukan dengan cara penyemprotan merata. Lakukan penyiraman sekam dengan menggunakan gembor.

 

9. Mengeringkan Sekam

·         Setelah sekam selesai disiram, tunggu hingga suhu sekam menurun. Kemudian timbunan sekam bakar dapat dibongkar menggunakan sekop dan dijemur. Jemur sekam bakar di tempat yang lapang hingga sekam benar-benar kering. Sekam bakar yang sudah kering ditempatkan di dalam karung kering.

·         Simpan arang sekam bakar pada ruang yang kering pula. Hindari penyimpanan karung sekam dalam kondisi bertumpuk dengan barang berat lainnya supaya sekam tidak hancur.

k    KANDUNGAN ARANG SEKAM PADI

Secara biologis, tanah yang gembur merupakan media yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya organisme hidup. Baik yang berupa mikroorganisme seperti bakteri akar maupun makroorganisme seperti cacing tanah. Kelebihan lainnya, arang sekam tidak membawa mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui pembakaran sehingga relatif steril.

Secara kimia, arang sekam memiliki kandungan unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5 sampai 7. Arang dari sekam padi tidak mengandung garam-garam yang merugikan tanaman.

Arang dari sekam padi tidak mengandung garam garam yang merugikan tanaman. Arang sekam kaya akan kandungan karbon, dimana unsur karbon sangat diperlukan dalam membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bisa menekan jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya.


OLEH : RETY APRIANI R. GAUK

PEMANFAATAN SARANA DIGITAL BPP BENTENG BONTOHARU SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN

  Perkembangan teknologi di era digitalisasi 4.0 menuntut penyuluh pertanian untuk memiliki kemampuan Internet of Things (IOT), Teknologi 3D...